Bagaimana Menjaga Keseimbangan Konsumsi Makanan Paska Hari Raya Kurban?

Perayaan Hari Raya Idul Adha identik dengan momen menikmati santapan daging sapi dan daging kambing dari pembagian kurban. Daging adalah salah satu sumber protein yang merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh yang berguna untuk pertumbuhan, mempertahankan sel atau jaringan yang sudah terbentuk, mengganti sel yang sudah rusak, sebagai sumber energi, dan sumber zat besi yang berkualitas. Sehingga seseorang harus mengonsumsi daging atau sumber protein lainnya seperti ikan. Meski demikian, daging juga mengandung kolesterol dalam jumlah yang relatif tinggi, yang dapat memberikan dampak tidak baik bagi kesehatan. Oleh sebab itu, di momen Hari Raya Kurban ini, sangat perlu diperhatikan kesimbangan gizi,  terutama konsumsi daging harus sesuai dengan porsinya, tidak boleh berlebihan, dan harus seimbang dengan zat gizi lainnya.

Perlu diketahui bahwa slogan “4 Sehat 5 Sempurna” telah digantikan oleh “Pedoman Gizi Seimbang”. Hal ini dikarenakan slogan 4 Sehat 5 Sempurna yang diperkenalkan sejak tahun 1952 sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan ilmu dan permasalahan gizi saat ini. Prinsip Nutrition Guide for Balanced Diet, yang merupakan hasil kesepakatan konferensi pangan sedunia di Roma tahun 1992, diprediksi mampu menjawab permasalahan gizi saat ini. Perbedaan mendasar antara slogan 4 Sehat 5 Sempurna dengan Pedoman Gizi Seimbang adalah setiap orang harus mengonsumsi makanan dalam jenis dan jumlah (porsi) yang sesuai kebutuhan tubuh. Terdapat 4 pilar yang berhubungan dengan memelihara kesehatan tubuh , yaitu:

1. Mengonsumsi aneka ragam pangan

Makanan adalah merupakan hal yang wajib dilakukan setiap hari untuk dapat bertahan hidup. Tidak ada 1 makanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan tubuh, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai usia 6 bulan. Sehingga seseorang harus menerapkan prinsip gizi seimbang dengan mengonsumsi makanan yang beragam. Misalnya: nasi merupakan sumber utama kalori, tetapi miskin vitamin dan mineral. Keanekaragaman yang dimaksud tidak hanya pada jenis makanan tetapi juga porsi makanan yang seimbang sesuai yang dianjurkan. Disamping itu, dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak karena dapat meningkatkan risiko terkena penyakit tidak menular. Berikut adalah gambar porsi makanan yang harus dipenuhi, porsi sayuran lebih banyak dibanding lauk-pauk.

2. Membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Dengan ber-PHBS, seseorang akan terhindar dari penyakit infeksi misalnya COVID-19 yang saat ini menjadi pandemi. Contoh dari PHBS adalah selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, sesudah buang air besar dan menceboki bayi/anak, sebelum memberikan ASI, sesudah memegang binatang, sesudah berkebun dan lain-lain. Disamping itu, setiap orang harus selalu menutup makanan dan minuman agar tidak dihinggapi lalat. Di masa pandemi COVID-19, masyarakat diminta untuk mengikuti portokol kesehatan antara lain dengan selalu menggunakan masker agar terhindar dari tertularnya infeksi COVID-19.

3. Melakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik adalah upaya untuk menyeimbangkan kalori yang masuk dan yang keluar, sehingga sangat penting untuk dilakukan. Disamping itu, aktivitas fisik juga dapat melancarkan sistem metabolisme dalam tubuh dan dapat mencegah penyakit tidak menular. Aktifivitas fisik tidak hanya olah raga saja misalnya joging atau berenang di tempat olahraga, tetapi dapat dilakukan dimana saja dengan cara:

  1. Ketika di rumah Anda bisa aktif bergerak dengan mengerjakan pekerjaan rumah, membersihkan rumah, mengurus kebun, bermain bersama anak-anak, dan sebagainya.
  2. Ketika di kantor Anda bisa memanfaatkan tangga untuk naik dan turun lantai ketimbang menggunakan lift meski hanya satu atau dua lantai saja.
  3. Ketika di tempat umum Anda bisa memperbanyak jumlah langkah kaki Anda, misalnya berjalan kaki jika ingin ke warung atau beli pulsa, tetap berjalan ketika ketika menaiki eskalator, atau jogging santai di taman kota, dan sebagainya.

4. Memantau berat badan secara teratur agar tetap normal

Salah satu upaya untuk terhindar dari resiko terkena Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah dengan memantau Berat Badan. Bagi orang dewasa, pemantauan berat badan dapat dilakukan dengan menghitung Indeks Masa Tubuh (IMT). Cara perhitungannya adalah berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m) kuadrat. Dengan mengetahui IMT, seseorang akan mengetahui apakah berat badannya sesuai dengan tinggi badannya. Jika terjadi ketidakseimbangan, dapat dilakukan upaya pencegahan dan penanganannya melalui pengaturan Gizi seimbang. Berikut adalah kategori IMT:

Prinsip Gizi Seimbang juga tercermin dalam Tumpeng Gizi Seimbang. Dalam gambar tersebut, terlihat bahwa setiap orang harus mengonsumsi makanan sesuai jenis dan porsi yang dianjurkan, rajin mencuci tangan, melakukan aktivitas fisik dan memantau berat badan.

Dengan menerapkan prinsip gizi seimbang, diharapkan gizi tubuh terpenuhi untuk mendukung imunitas tubuh agar dapat terhindar dari penyakit menular, seperti tuberkulosis, COVID-19 serta penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, darah tinggi, stroke, diabetes, dan kanker.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang. 2014.

 

Teks: Alfi Lailiyah

Editor: Melya Findi,  Wera Damianus