Face shield atau pelindung wajah saat ini banyak digunakan masyarakat bersamaan dengan masker untuk mencegah penyebaran virus corona. Bahkan tidak banyak yang menggunakan pelindung wajah sebagai pengganti masker. Namun sejumlah pernyataan ahli mengatakan bahwa pelindung wajah tidak dapat digunakan untuk menggantikan masker. Di lansir dari kompas.com, dokter spesialis penyakit menular dari NYU Winthrop Hospital AS, Bruce Polsky, MD, mengatakan bahwa pelindung wajah digunakan oleh petugas medis sebagai perlindungan ekstra selain masker. Menurut Polsky, pelindung wajah sangat penting bagi petugas kesehatan untuk menekan risiko penyebaran penyakit saat harus menangani pasien penyakit menular dari jarak dekat.

Event tahunan the Indonesian Tuberculosis International Meeting (INA Time) yang kedua berlangsung secara virtual pada tanggal 29-30 Agustus 2020 lalu. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang untuk mempertemukan pihak-pihak yang terkait untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik penanggulangan TBC, baik di dalam maupun di luar negeri. Pada kesempatan ini Yayasan KNCV Indonesia turut berpartisipasi dalam berbagi praktik baik dalam mendukung eliminasi TBC 2030.

Uji coba penggunaan aplikasi EMPATI dalam pendampingan pasien TBC Resistan Obat (TBC RO) oleh komunitas diharapkan memperkuat sistem pendampingan yang telah ada dalam program TBC saat ini yang melibatkan peran kader, pendidik sebaya dan manager kasus. Aplikasi EMPATI akan menjadi media penyampai pesan pendampingan yang terkoneksi langsung antar pendamping baik yang berada di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) Rujukan TBC RO dan satelitnya, maupun pendampingan berbasis masyarakat/komunitas sehingga mempermudah akses pasien terhadap sumber-sumber informasi serta memotivasi untuk tetap patuh berobat sampai sembuh.

Penggunaan masker merupakan bagian dari rangkaian upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit saluran pernapasan, termasuk COVID-19. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam pedomannya, merekomendasikan masker digunakan baik bagi mereka yang sehat, maupun yang sakit untuk mencegah penularan COVID-19 lebih lanjut. Mengingat ketersediaan masker medis yang terbatas, sehingga masker medis digunakan untuk tenaga kesehatan, sedangkan masyarakat umum direkomendasikan untuk menggunakan masker kain.

Halaman 3 dari 47